How do the media shape public understanding of controversial policies like the Omnibus Law? This article offers an eye-opening comparative framing analysis between two national media outlets, showing how media culture, ideology, and journalistic traditions influence the way news is framed. The findings reveal that while both outlets rely on event-driven, episodic coverage to dramatize student and worker protests, their framing diverges on micro-issues such as labor rights, environmental concerns, and government processes. These differences are not trivial—they reflect deeper historical and ideological roots of Indonesian journalism and show how media strategies can legitimize or challenge state policies. By unpacking episodic versus thematic storytelling, this study provides a valuable framework for scholars of political communication, media studies, and governance. It invites future research to compare across countries, cultures, or issues, and offers conceptual tools that can be cited widely in discussions on media power, public discourse, and policy legitimacy.
Bagaimana media membentuk pemahaman publik tentang kebijakan kontroversial seperti Omnibus Law? Artikel ini menghadirkan analisis komparatif framing yang membandingkan dua media nasional, memperlihatkan bagaimana budaya media, ideologi, dan tradisi jurnalistik memengaruhi cara sebuah isu dikonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski keduanya sama-sama menonjolkan liputan episodik yang dramatis terkait aksi protes buruh dan mahasiswa, perbedaan tajam muncul pada isu mikro seperti hak pekerja, lingkungan, dan proses politik. Perbedaan ini tidak sekadar teknis, melainkan cerminan akar sejarah dan ideologi jurnalisme Indonesia, serta menunjukkan bagaimana strategi framing dapat melegitimasi atau justru menantang kebijakan negara. Dengan membedakan antara storytelling episodik dan tematik, studi ini menawarkan kerangka penting bagi peneliti komunikasi politik, kajian media, maupun tata kelola publik. Artikel ini mendorong riset lanjutan lintas negara dan isu, sekaligus menyediakan perangkat konseptual yang patut banyak disitasi dalam diskusi mengenai kekuatan media, wacana publik, dan legitimasi kebijakan.
Link Artikel:
Comparative Framing: Media Strategy in Public Communication Policy
APA 7th Edition Citation Style:
Anshori, M., Pawito, P., Kartono, D. T., & Hastjarjo, S. (2022). Comparative framing: Media strategy in public communication policy. KnE Social Sciences, 7(5), 126–139. https://doi.org/10.18502/kss.v7i5.10545


Comments
Post a Comment